Jumat, Juni 14, 2024
BerandaBLOGKeumamah Cita Rasa Masakan Penggoyang Lidah

Keumamah Cita Rasa Masakan Penggoyang Lidah

Saban hari, seakan tak ada habisnya membicarakan tentang Kabupaten Pidie. Selain memiliki objek wisata yang menggiurkan, di Pidie juga terdapat beragam penganan yang dapat menggoyang lidah. Pidie tergolong penyedia kuliner yang memiliki cita rasa yang pedas dan lemak yang berasal dari santan kelapa saat memasaknya. Pada kesempatan ini, saya akan mencoba memperkenalkan salah satu penganan yang sangat mudah dijumpai jika Anda berkunjung ke Pidie khususnya atau ke Aceh pada umumnya. Penganan tersebut disebut Keumamah.

Keumamah merupakan penganan yang terbuat dari ikan tongkol atau ikan tuna (biasanya juga disebut Ikan Kayu) yang direbus dan dijemur di bawah terik matahari. Setelah dijemur berhari-hari, ikan tersebut akan kering dan kemudian diiris-iris. Keumamah dapat disimpan dengan jangka waktu yang lama, bisanya masyarakat di sini mengkonsumsinya setelah disimpan berbulan-bulan lamanya. Pada zaman dahulu, Keumamah menjadi penganan andalan para pejuang Aceh saat melawah penjajah. hal tersebut disebabkan Keumamah merupakan penganan yang bahan-bahannya awet, tahan lama serta tidak mudah basi tentunya.

Keumamah diolah dengan paduan berbagai rempah seperti asam sunti, cabai merah, cabai hijau, bawang merah, bawang putih, kunyit, daun kari dan minyak kelapa. Sebelum dijadikan menu hidangan untuk disantap, Keumamah yang telah disayat tipis-tipis terlebih dahulu direndam menggunakan air panas, hal tesebut dilakukan supaya Keumamah yang tadinya sudah keras akibat tersimpan dengan waktu yang lama menjadi lunak kembali.

Kemudian bumbu-bumbu tadi dihaluskan, kecuali cabai hijau yang hanya dipotong kecil-kecil dan dauh kari yang ditaruh perhelainya. Bumbu-bumbu yang telah dihaluskan ditumis secara bersamaan dengan minyak sampai matang. Setelah itu, ditambahkan minyak kelapa secukupnya. Keumamah dimasukkan ke wajan beberapa saat kemudian dan dimasak sampai mendidih. Sambil menunggu masakannya mendidih, diaduk-aduk secara merata agar masakannya terhindar dari bau yang tidak sedap sehingga menghilangkan cita rasa yang sebenarnya.

Lima menit sebelum mendidih, daun kari ditabur ke dalam wajan. Daun kari digunakan supaya masakan mengeluarkan bau harum, selain itu daun kari juga dapat membuat masakan menjadi lebih gurih. Sejurus kemudian, Keumamah siap dihidangkan untuk disantap dengan nasi.

BACA JUGA  Green Race In Camp 2024, Kwarcab Pramuka Pidie: Penting Pengalaman Hidup Di Alam

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

RELATED ARTICLES
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Popular